Pemanfaatan Bonggol Pisang Sebagai Bioaktivator dalam Proses Pengomposan Limbah Sekam Padi di Penggilingan Padi Desa Pelabuhan Dalam Ogan Ilir
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v1i2.17Kata Kunci:
Pengomposan, mikroorganisme lokal, bioaktivator, bonggol pisang, sekam padi.Abstrak
Pengomposan merupakan salah satu metode pengelolaan sampah organik yang bertujuan mengurangi dan mengubah komposisi sampah menjadi produk yang bermanfaat. Pengomposan secara alami membutuhkan waktu selama 2-6 bulan sehingga perlu menggunakan bioaktivator untuk mempercepat proses penguraian, penelitian ini menggunakan bioaktivator bonggol pisang sebagai sumber mikroorganisme lokal karena kandungan gizi dalam bonggol pisang menjadi sumber makanan sehingga mikroba berkembang dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas bioaktivator bonggol pisang dalam proses pengomposan limbah sekam padi di penggilingan padi desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2023. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif, dengan mengamati perubahan kompos limbah sekam padi hingga matang meliputi beberapa konsentrasi bioaktivator bonggol pisang yang digunakan yaitu 50 ml, 60 ml, 70 ml, 80 ml, 90 ml dan 100 ml. serta pengontrolan suhu, kelembaban, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu pengomposan dibutuhkan waktu selama 31 hari, rata-rata suhu dengan 5 konsentrasi adalah 33,4%, rata-rata kelembaban 43% dan warna kompos pada konsentrasi 100 ml sudah berwarna cokelat kehitaman. Kesimpulan suhu sangat mendukung, mulai dari 30-38 °C kelembaban berkisar 40-60 % dengan pembalikan dan penyiraman secara rutin, untuk warna sekam padi adalah kuning dan setelah penambahan bioaktivator bonggol pisang selama proses pengomposan terjadi perubahan warna menjadi cokelat kehitaman.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Zairinayati, Ilza Aprilia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











