a ANALISA HASIL PEMERIKSAAN LINE PROBE ASSAY DAN MYCOBACTERIUM GROWTH INDIKATOR TUBE LINI DUA GOLONGAN FLUOROQUINOLONE PADA PASIEN TB-MDR
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v4i1.93Kata Kunci:
Line Probe Assay, Mycobacterium Growth Indicator Tube, MDR-TBAbstrak
Latar belakang : TB merupakan penyakit infeksi mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tb menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat global dan Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia. Diagnosa dan penatalaksaan pasien TB akan berpengaruh dalam penanggulan TB. TB MDR atau Multi Drug Resistant adalah TB resisten obat terhadap minimal 2 obat anti TB lini pertama. Mycobacterium Growth Indicator Tube (MGIT) merupakan gold standar dalam pemeriksaan TB namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu alternative yang dikembangkan WHO adalah Line Probe Assay dengan metode genotype yang memberikan diagnosa lebih cepat. Sehingga deteksi dan pengobatan TB-MDR dapat segera dilakukan. Tujuan penelitian : Untuk menganalisa hasil pemeriksaan antara Line Probe Assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube pada pasien TB MDR. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dengan desain post test only control desain antara Line probe assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube terhadap hasil uji OAT Lini dua golongan Fluoroquinolone. Hasil : Hasil Analisa menunjukkan LPA Genotype MTBDRsI ver 2.0 dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube sebagai gold standar adalah sensitivitas 100% dan spesivisitas 100%. Simpulan : Resistensi TB MDR Lini Dua golongan Fluoroquinolone metode Line Probe Assay sama baiknya dengan metode Mycobacterium Growth Indicator Tube.
Referensi
TB Indonesia, “Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022.” [Online]. Available: https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2023/09/Laporan-Tahunan-Program-TBC-2022.pdf
World Health Organization, “Global Tuberculosis Report 2021.” [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240037021
World Health Organization, “Global Tuberculosis Report 2022.” [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240061729
Kemenkes RI, “Buku Panduan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Tuberkulosis,” TB Indonesia. [Online]. Available: https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2025/01/Buku-Panduan-Tenaga-Medis-dan-Kesehatan-Tuberkulosis.pdf
Kemenkes RI, “Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis,” 2024. [Online]. Available: https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Laporan-Program-Penanggulangan-TBC-2023_Final.pdf
N. E. Maningi, L. A. Malinga, J. F. Antiabong, R. M. Lekalakala, and N. M. Mbelle, “Comparison of Line Probe Assay to BACTEC MGIT 960 System for Susceptibility Testing of First and Second-Line Anti-Tuberculosis Drugs in a Referral Laboratory in South Africa,” BMC Infect. Dis., vol. 17, no. 1, p. 795, 2017, doi: 10.1186/s12879-017-2898-3.
Kemenkes RI, “Petunjuk Teknis dan Pemantapan Mutu Pemeriksaan Biakan, Identifikasi, dan Uji Kepekaan Mycobactreium Tuberculosis Complex terhadap Obat Anti Tuberkulosis pada Media Padat dan Media Cair.” [Online]. Available: https://repository.kemkes.go.id/book/829
H. Syapitri, N. Amila, and J. Aritonang, Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Ahlimedia Book, 2021.
Kemenkes RI, “Petunjuk Teknis Pemeriksaan Tuberkulosis Menggunakan Tes Cepat Molekuler GeneXpert,” TB Indonesia. [Online]. Available: https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2024/02/Buku-Petunjuk-Teknis-Pemeriksaan-TBC-Menggunakan-Alat-TCM-GeneXpert_2023-1.pdf
T. F. Choerunisa, L. Lismayanti, T. Rostini, R. Bayusantika, and I. Parwati, “Comparison of Line Probe Assay (LPA) and Mycobacterium Growth Indicator Tubes (MGIT) Assay for Second-line TB Drug Susceptibility Testing,” Indones. Biomed. J., vol. 13, no. 3, pp. 256–260, 2021, doi: 10.18585/inabj.v13i3.1521.
W. Deelder et al., “Machine Learning Predicts Accurately Mycobacterium Tuberculosis Drug Resistance from Whole Genome Sequencing Data,” Front. Genet., vol. 10, p. 922, 2019, doi: 10.3389/fgene.2019.00922.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dewi Hartati, Bastian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











