Hubungan Konsumsi Fast Food dan Screen Time Dengan Kejadian Gizi Lebih Siswa SMP Negeri 56 Palembang
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v3i1.63Kata Kunci:
konsumsi fast food, screen time, status giziAbstrak
Latar Belakang : Gizi lebih adalah salah satu masalah gizi di Indonesia yang saat ini sering ditemukan, khusunya pada remaja yang di sebabkan oleh pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) serta aktivitas fisik pada remaja yang rendah (screen time). Tujuan Untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dan screen time dengan kejadian gizi lebih siswa SMP Negeri 56 Palembang. Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kriteria gizi lebih dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling yaitu berjumlah 62 siswa. Hasil : hasil analisis statistik diperoleh dari dua perlakuan yaitu case dan control di dapatkan hasil pada kasus case responden dengan penggunaan screen time tinggi sebesar 71 % pada kasus kontrol screen time tinggi sebesar 87,1%. Hasil analisi pada konsumsi fast food sering pada kasus case sebesar 83,9% dan pada kasus control tergolong dalam kategori jarang yaitu sebesar 67,7% . Hasil uji statistik screen time di dapatkan p value 0,212 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan. Hasil uji statistik konsumsi fast food dengan kejadian gizi lebih di dapatkan hasil p value 0,000 (≤ 0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan. Simpulan : Tidak ada hubungan antara screen time dengan status gizi
dengan hasil p value 0,212 > 0,05 dan ada hubungan antara fast food dengan status gizi
lebih dengan hasil p value 0,000 ≤ 0,05.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Septi Ardianty

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











