Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Hygiene Sanitasi Pedagang Air Minum Rebusan Skala Rumah Tangga di Kecamatan Belitang I
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v3i2.85Kata Kunci:
Hygiene Sanitasi, Pengetahuan, Sikap, Air MinumAbstrak
Latar Belakang: Hygiene sanitasi merupakan salah satu upaya kesehatan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan pencemaran terhadap air minum serta sarana yang digunakan untuk pengolahan, penyimpanan, dan penyaluran air minum. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap hygiene sanitasi pedagang air minum rebusan skala rumah tangga di Kecamatan Belitang I Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan wawancara dan observasi pada 30 responden. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Tingkat pengetahuan (p=0,001<0,05) dan sikap (p=0,005<0,05) berhubungan signifikan dengan hygiene sanitasi. Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan hygiene sanitasi pedagang air minum rebusan di Kecamatan Belitang I.
Referensi
Qardhafi, R. et al. (2021) ‘Prediksi Tingkat Penggunaan Air Minum Oleh Konsumen di Depot Monica Water Menggunakan Metode Weighted Moving Average’, 2(3), pp. 145–150.
Rahmasari, N., “Kebersihan dalam perspektif Islam,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 11, no. 1, pp. 15-22, 2019.
MZ, E.G. and MU, A., “Kebutuhan air minum di negara berkembang,” Int. J. Water Health, vol. 4, no. 3, pp. 101-110, 2022.
Rosita, D., “Air minum isi ulang: tren dan tantangan,” Jurnal Lingkungan, vol. 9, no. 2, pp. 67-74, 2014.
Hartati, S. and Zulminiati, “Air dan stunting pada balita,” Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol. 19, no. 3, pp. 122-129, 2020.
Zarifah, R., Navianti, N. and Yulianto, B., “Kualitas sarana air minum di Indonesia,” Jurnal Kesehatan, vol. 15, no. 2, pp. 87-95, 2022.
Dahrini, T., Anwar, S. and Maksuk, “Tren penggunaan air kemasan di Sumatera Selatan,” Jurnal Epidemiologi, vol. 7, no. 4, pp. 55-63, 2021.
Vidyabsari, Y. and Yusuf, A., “Hubungan hygiene sanitasi depot air minum dengan diare balita,” Jurnal Kedokteran, vol. 6, no. 2, pp. 200-210, 2018.
Trisenang, A., Kalsums, N. and Rindes, R., “Usaha Air Rebusan dan risiko diare di Jambi,” Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol. 22, no. 1, pp. 33-42, 2023.
Hezelyn, A., Sahputri, D. and Novalia, R., “Kontaminasi E. coli pada pasokan air di Indonesia,” Jurnal Mikrobiologi, vol. 14, no. 1, pp. 77-84, 2023.
Hutasoit, H., “Epidemiologi penyakit diare,” Jurnal Kesehatan Nasional, vol. 10, no. 3, pp. 141-150, 2020.
Suryani, D. and Kusumayati, R., “Personal hygiene penjamah air minum,” Jurnal Sanitasi, vol. 8, no. 2, pp. 65-72, 2022.
Salilama, T., et al., “Air dan keseimbangan lingkungan,” Jurnal Ekologi, vol. 13, no. 4, pp. 201-210, 2020.
Marhamah, R. and Santoso, P., “Kontaminasi mikroba pada air minum isi ulang,” Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol. 16, no. 1, pp. 55-64, 2020.
Fatimah, N., et al., “Kontaminasi bakteri coliform pada air PDAM,” Jurnal Teknologi Kesehatan, vol. 18, no. 2, pp. 88-96, 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rahmi Garmini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











