Perbedaan Nilai Glukosa Pada Tabung Serum Clot dan Tabung Clot Gel Setelah Ditunda Selama 6 Jam
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v4i2.109Kata Kunci:
Glukosa, Diabetes Mellitus, Serum Clot, Clot GelAbstrak
Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosadalam darah atau hiperglikemia. Penyakit diabetes mellitus ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah yang nilainya melebihi nilai normal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan nilai glukosa pada tabung serum clot dan tabung clot gel setelah ditunda selama 6 jam. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang pada tanggal 12-19 Juni 2025. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian pretest-post-test group desain. Teknik Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 preparat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan rata-rata pemeriksaan kadar glukosa yang segera diperiksa didapatkan nilai rata-rata 202,04 mg/dl, pemeriksaan rata-rata kadar glukosa dengan penundaan 6 jam pada serum dengan tabung serum clot didapatkan nilai rata-rata 182,5 mg/dl. Pemeriksaan kadar glukosa dengan penundaan 6 jam pada serum dengan tabung clot gel didapatkan nilai rata-rata 190,16 mg/dl. Terdapat perbedaan nilai glukosa pada tabung serum clot dan tabung clot gel setelah ditunda selama 6 jam (ρ value = 0,000). Kesimpulan : Terdapat perbedaan nilai glukosa pada tabung serum clot dan tabung clot gel setelah ditunda selama 6 jam.
Referensi
Ferdianto, Makalah Diabetes Mellitus. Jakarta: Universitas Islam Negeri, 2019.
E. E. Mustofa, J. Purwono, and Ludiana, “Penerapan Senam Kaki Terhasap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di WIlayah Kerja Puskesmas Purwosari Kec. Metro Utara,” J. Cendikia Muda, vol. 2, no. 1, pp. 78–86, 2022.
Haws, Asuhan Neonatus Rujukan Cepat. Jakarta: EGC, 2021.
Hasdianah, Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta: EGC, 2023.
Dinkes Kota Palembang, Profil Kesehatan Kota Palembang Tahun 2021. 2022.
P. Sagita, E. Apriliana, S. Mussabiq, and T. Soleha, “Pengaruh Pemberian Daun Sirsak Terhadap Penyakit Diabetes,” J. Med. Hutama, vol. 3, no. 1, pp. 1266–1272, 2020.
Sudoyo, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Internal Publishing, 2020.
Y. T. Putri and A. Nusadewiarti, “Penatalaksanaan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Neuropati dan Retinopati Penatalaksanaan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Neuropati dan Retinopati Diabetikum Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga,” Medula, vol. 9, no. 4, pp. 631–638, 2020.
Ripani, Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah. Jakarta: EGC, 2019.
A. Furqon, H. Nurmukhlis, and S. Kasiman, “Stabilitas Konsentrasi Glukosa Darah Simpan Jangka Pendek Dalam Tabung Berteknologi Pemisah Jel,” Pharmaciana, vol. 5, no. 2, 2023, doi: 10.12928/pharmaciana.v5i2.2310.
H. A. Gunawan, “Perbandingan Kadar Glukosa Darah Menggunakan Sampel Serum, Plasma Heparin Dan Plasma Naf,” J. Wiyata Penelit. Sains dan Kesehat., vol. 11, no. 1, p. 36, 2024, doi: 10.56710/wiyata.v11i1.785.
Prihandono, “Evaluasi Penggunaan Serum Dan Plasma Yang Disimpan Pada Tabung Cloting Activator Dan Naf Selama 6 Dan 24 Jam Parameter Glukosa Darah Evaluation of Serum and Plasma Usage That Stored on Activator Cloting Tubes and Naf for 6 and 24 Hours of Blood Glucose Pa,” Progr. Stud. D3 Teknol. Lab. Medis, vol. Vol 6, No, 2024.
F. N. Azizah, “Pengaruh Variasi Waktu Penundaan Pemisahan Serum Terhadap Hasil Pemeriksaan Glukosa,” J. Muhammadiyah Med. Lab. Technol., vol. 6, no. 2, pp. 184–191, 2023, doi: 10.30651/jmlt.v6i2.14594.
M. R. Amanatullah, “Kadar Asam Urat Menggunakan Tabung Vacutainer Plain Dan Tabung Vacutainer Serum Separator Dengan Chemistry Analyzer Uric Acid Levels Using Tubes Plain Vacutainer Serum And Vacutainer Tube Separator With Chemistry Analyzer Pendahuluan Laboratorium klinik m,” vol. 24, no. 1, pp. 76–85, 2025.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ayu Lestari, Denny Juraijin, Aristoteles, Nurhidayanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











