Perbedaan Jumlah Trombosit Pada Teknik Pengambilan Darah Vena menggunakan Spuit Dan Vacumtainer
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v1i2.12Kata Kunci:
Trombosit, Darah, Spuit, Vacumtainer, Hematology AnalyzerAbstrak
Trombosit adalah sel darah yang berperan penting dalam hemostatis. Trombosit menempel pada lapisan endotel pembuluh darah yang robek (luka) dengan membentuk plug trombosit, trombosit tidak mempunyai inti sel, berukuran 1-4 µ, dan sitoplasmanya bewarna biru dengan granula ungu-kemerahan. Trombosit merupakan derivat dari megakariosit, berasal dari fragmen-fragmen sitoplasma megakariosit. Jumlah trombosit 150.000-350.000/ml darah. Granula trombosit mengandung faktor pembekuan darah, adenosin difosfat (ADP), adenosin trifosfat (ATP), kalsium, serotonin, dan katekolamin. Sebagian besar diantaranya berperan dalam merangsang mulainya proses pembekuan darah. Umur trombosit dalam sirkulasi darah sekitar 8-10 hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada teknik pengambilan darah vena menggunakan spuit dan vacum. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional, yang dilakukan di laboratorium Puskesmas Dempo pada tanggal 05-01-2022. Sampel yang digunakan adalah darah EDTA, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 30 sampel dengan dua perlakuan menggunakan Teknik Non probability sampling. Berdasarkan hasil pemeriksaan jumlah trombosit pada teknik pengambilan darah vena menggunakan spuit dan vacumtainer menggunakan alat Hematology Analyzer mendapatkan nilai rata-rata pada metode spuit 353,27 /ml darah dan metode vacumtainer menghasilkan nilai rata-rata 345,27 /ml darah. Analisis data menggunakan uji paired Sampel Test didapatkan p= 0.612. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah trombosit pada teknik pengambilan darah vena menggunakan spuit dan vacumtainer.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Bastian Darwin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











