Waktu Flotasi Optimal untuk Deteksi Telur Ascarsi lumbricoides pada Pemeriksaan Feses
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v4i2.121Kata Kunci:
Feses, mikroskopis, flotasi, telur nematodaAbstrak
Pemeriksaan mikroskopis feses metode flotasi memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dibandingkan metode langsung dan sedimentasi. Flotasi yang didahului dengan sentrifugasi dapat menemukan telur lebih banyak dan jarang menyebabkan negatif palsu karena mengendapkan partikel pengganggu lebih cepat. Penggunaan sukrosa jenuh membuat latar belakang mikroskopis lebih bersih dan jernih. Penelitian ini dilakukan terhadap spesimen feses yang mengandung telur Ascaris lumbricoides untuk mengetahui waktu optimal flotasi dimana ditemukan telur cacing paling banyak. Sebanyak tiga spesimen diperiksa dengan variasi waktu flotasi masing-masing 20, 30 dan 40 menit dengan lima kali pengulangan. Selanjutnya, sampel yang telah diolah mendapatkan hasil apungan yang akan diperiksa dibawah mikroskop untuk dihitung jumlah telur Ascaris lumbricoides kemudian hasil tersebut akan dirata-ratakan. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro wilk dan uji one-way ANOVA. Ditemukan rata-rata dalam waktu pengapungan 20 menit sebanyak 118 telur, pada waktu pengapungan 30 menit sebanyak 162 telur, dan pada waktu pengapungan 40 menit sebanyak 134 telur. Dari uji One-way ANOVA didapatkan nilai p value = 0,000 < (0,05). Varisasi waktu pengapungan menggunakan metode flotasi sentrifugasi memiliki pengaruh terhadap jumlah telur Ascaris lumbricoides. Disarankan bagi petugas laboratorium apabila menggunakan metode flotasi sentrifugasi untuk menggunakan waktu pengapungan yang optimal yaitu 30 menit dalam larutan sukrosa jenuh.
Referensi
Kemenkes RI, “Rencana Aksi Program Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit,” Rencana AKSI Progr. P2P, vol. 2019, p. 86, 2023, [Online]. Available: http://www.jikm.unsri.ac.id/index.php/jikm
I. Ramayanti, J. Z. Ghufron, and S. Y. Lindri, “PREVALENSI SOIL TRANSMITTED HELMINTS (STH) PADA MURID SD NEGERI 149 DI KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG,” Syifa’ Med. J. Kedokt. dan Kesehat., vol. 11, no. 2, p. 105, 2021, doi: 10.32502/sm.v11i2.2720.
E. Triani, P. Suwitasari, R. H. Setyorini, E. A. Yuliyani, and D. Handito, “Akurasi Diagnostik Kecacingan Metode Direct Slidedan Kato Katzpada Penderita Helminthiasis Di Kota Mataram,” J. SAINS Teknol. Lingkung., pp. 214–222, 2021, doi: 10.29303/jstl.v0i0.263.
R. Natadisastra, D dan Agoes, “Parasitologi Kedokteran : Ditinjau dari Organ Tubuh yang diserang. Penerbit Buku Kedokteran: EGC; Jakarta,” Jakarta EGC, pp. 73–84, 2009.
S. Suraini and A. Sophia, “Evaluasi dan Uji Kesesuaian Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths Menggunakan Metode Langsung, Sedimentasi Dan Flotasi,” Pros. Semin. Kesehat. Perintis, vol. 3, no. 2, pp. 31–36, 2020.
F. A. Soares et al., “A historical review of the techniques of recovery of parasites for their detection in human stools,” Revista da Sociedade Brasileira de Medicina Tropical, vol. 53. pp. 1–9, 2020. doi: 10.1590/0037-8682-0535-2019.
P. A. Collender, A. E. Kirby, D. G. Addiss, M. C. Freeman, and J. V. Remais, “Methods for Quantification of Soil-Transmitted Helminths in Environmental Media: Current Techniques and Recent Advances,” Trends in Parasitology, vol. 31, no. 12. pp. 625–639, 2015. doi: 10.1016/j.pt.2015.08.007.
Z. R. Fahmi, “Descrtiption of the Number Of STH (Soil Transmitted Helmith) Worm Egss With Flotation Method Using Sucrose Saturated Solution,” Politeknik Kesehatan Semarang, 2021.
Fatima, “EFEKTIVITAS METODE FLOTASI MENGGUNAKAN NaCl JENUH, SUKROSA JENUH DAN MgSO4 JENUH UNTUK MENDETEKSI TELUR DAN LARVA SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH),” J. Anal. Kesehat. Sains, vol. 8, no. 1, p. p, 2021, [Online]. Available: http://journal.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/ANKES
Siyoto Sandu dan Sodik Ali, DASAR METODOLOGI PENELITIAN, vol. 7, no. 2. Literasi Media Publishing, 2015.
A. B. Limpomo, “Perbedaan Metode Flotasi Menggunakan Larutan ZnSO4 Dengan Metode Kato-Katz Untuk Pemeriksaan Kuantitatif Tinja,” Univ. Diponegoro, 2014.
F. Widiyanti, A. Nuryati, and S. Nuryani, “Lama pengapungan terhadap jumlah telur Soil Transmitted Helminth metode flotasi,” J. Vokasi Kesehat., vol. 6, no. 1, 2020.
Fahriawan, “Perbedaan Variasi Waktu Pengapungan Terhadap Jumlah Telur Cacing Trichuris Trichiura,” 2018.
A. T. Rahayu, A. Pratama, M. W. Setiawan, M. Ma’rifatussolihat, and N. A. Nikmatullah, “Optimasi Metode Flotasi Sentrifus Menggunakan Larutan ZnSO₄, MgSO₄, Dan NaCl Berdasarkan Konsentrasi Larutan Dan Lama Pengapungan,” J. Media Anal. Kesehat., vol. 14, no. 1, p. 25, Jun. 2023, doi: https://doi.org/10.32382/mak.v14i1.3283.
A. P. Yulia, “PerbedaannJumlah Telur Cacing Soil Transmitted Helminths pada Pemeriksaan Feses Metode Flotasi Gula Jenuh dengan Variasi Waktu Pengapungan,” 2018.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 DIAN ADHE BIANGGO NAUE, Erwin Edyansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











