HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA DENGAN RISIKO STUNTING PADA BALITA DI RT 64 RW 17 KELURAHAN 16 ULU KECAMATAN SEBERANG ULU II PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.52523/jhast.v2i1.42Kata Kunci:
Knowledge, anemia, pregnancy.Abstrak
ABSTRAKLatar belakang: Stunting ialah kondisi dimana anak mengalami kegagalan tumbuh yang terjadi pada tubuh dan otak yang disebabkan kekurangan gizi dalam waktu lama yang berdampak anak lebih pendek dari anak normal seusianya. Data terkini juga menunjukkan sekitar 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga dengan risiko stunting pada balita di RT 64 Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu IIPalembang Tahun 2023. Metodologi: Metode penelitian yang digunakan survei analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 32 responden. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan diolah dandianalisa menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan(p<0,05). Pada Hasil: uji statistik Chi-Square didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,038), sikap (p=0,034), dan tindakan(p=0,012) dengan risiko stunting di RT 64 kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II.Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga berhubungan dengan risiko stunting. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti hubungan perilaku keluarga dengan kejadian stunting pada balita dengan rancangan desain dan metode penelitian yang berbeda.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Subhan Muhith, Pitri Lismawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











